[CLAMP School Remake] story 1.

Minggu, 23 September 2012


story 1.
Welcome to CLAMP School!

***

Ini adalah CLAMP School, sebuah sekolah yang besar (baca : sangat besar!) yang mengambil tempat di kota Tokyo, ibukota Jepang. Terdengar biasa saja sih pada awalnya, tapi ternyata, sekolah ini memiliki properti privat yang luas untuk dijadikan sekolah... bahkan bisa saja menjadi sebuah kompleks perumahan. Apa saja yang berada di CLAMP School? 

...

...

...

Entahlah, cari tahu saja sendiri.

Oke, oke. Kita kembali menyorot tokoh utama kita, Kobato Hanato yang kemarin telah kembali ke Jepang, namun sekarang ia akan mengikuti upacara pembukaan tahun ajaran baru di sekolah barunya ini, CLAMP School. Sekarang, ia sedang berlari-lari mengejar waktu karena tak sengaja terjatuh di tengah jalan karena sifat cerobohnya yang memang tidak ketolongan.

"Bodoh kau, Dobato! Sudah kelas 1 SMA masih ceroboh...." tutur Ioryogi yang selalu sedia setiap saat di bahunya, tidak lagi di tas karena tidak muat.

"Uuh- Maafkan aku, tapi itu benar-benar tak sengaja, Ioryogi-san!"

Ioryogi hanya menatap tajam Kobato, seperti sudah mau melakukan deathglare padanya. Yah, dia masih punya harga diri sampai-sampai anak asuhnya itu bisa saja jatuh di tengah jalan dan dilihat oleh berpasang-pasang mata? Kobato cuma bisa senyum-senyum damai.

Tepat waktu sepertinya, karena biner coklat Kobato mendapati sebuah papan yang cukup besar tulisannya untuk bisa dilihat, 'CLAMP School'. Kobato merasa senang karena dia berhasil sampai di sekolah barunya itu, setidaknya tidak begitu terlambat. Toh masih ada anak-anak lain yang juga masih dalam perjalanan masuk ke dalam sekolah.

Tahu apa yang dilihat oleh Kobato begitu ia masuk? Sebuah kompleks besar, bahkan ada sebuah papan yang menunjukkan arah sekolahnya kemana. "Divisi SMA dimana ya~? Umm..." ucap Kobato pada dirinya sendiri, sementara matanya memutar-mutar mencari arah ke Divisi SMA.

"Ini dia! Kalau begitu, aku ambil jalan ke kiri, ya?" 

"Kalau memang ke kiri, ya ke kiri. Kau ajak ngomong siapa sih?" tanya Ioryogi heran. 

Kobato menyengir. "Diri sendiri, ehe."

Mendengar itu, Ioryogi dengan kerasnya menendang kepala Kobato walaupun untuk pandangan orang biasa, tidak akan sakit. Tapi Kobato-nya merasa sakit. "Uh, kejam sekali, Ioryogi-san!"

Dilihatnya jam tangan warna hijau tosca miliknya, terkait di lengan kirinya. Jam sudah menunjukkan jam 07:55 dan upacaranya jam 08:00. Terkejut, Kobato langsung mengambil seribu langkah cepat untuk segera mencari divisi SMA dan datang ke upacaranya.

Tiga menit kemudian...

Luar biasa, dengan kecepatan yang hampir sama dengan seekor cheetah, Kobato sukses meraih rekor olimpiade! Ups, salah teknis. Yang benar, Kobato sukses meraih rekor datang-ke-sekolah-hampir-terlambat  sebelum tiga menit bel berbunyi. Dia langsung bergegas ke aula besar--karena menurut Ioryogi memang disitu tempatnya.

Saat ia tiba di depan pintu aula, ia melihat seorang gadis yang sepertinya seumuran dan bahkan seangkatan dengannya, Kobato merasa lega karena ada yang satu nasib dengannya, alias sama-sama telat. "Kamu juga telat? Sebutkan namamu!" sahut salah satu guru yang berjaga di depan aula, memiliki surai warna hitam. Yang menakutkan, matanya tertutup sebelah oleh perban.

"Err- Kobato Hanato." jawab Kobato merasa agak malu.

Guru itu langsung mencari namanya di daftar. "Ya, ya... Masuklah. Kau masuk saja sama gadis yang satu ini." Kobato mengangguk, lalu mengikuti gadis itu masuk ke dalam aula.

Aula-nya sendiri besar, dan kesannya megah plus mewah. Bayangkan saja, jendela dari kaca berkualitas yang tak ada satupun debu yang menempel. Lampu besar yang tidak lain adalah sebuah chandelier, hiasan-hiasan bunga berwarna merah marun dan emas. Sebuah panggung dengan podium cantik berwarna coklat ber-banner lambang CLAMP School. Terakhir, ratusan kursi nyaman yang sama sekali berbeda dengan sekolah formal biasa!

"Sini, sini." ucap gadis yang sama-sama telat dengan Kobato, duduk di dua kursi kosong yang berada di tengah.

Seorang wanita bersurai hitam panjang, mengenakan kacamata yang dipakai agak kurang benar masih sibuk berpidato untuk upacara tahun ini. "... Dan ya, kita harus meraih prestasi yang lebih baik lagi untuk sekolah kita yang tercinta ini! Inilah saatnya untuk mengumumkan anggota OSIS,"

"OSIS?" tanya Kobato pada gadis yang duduk di sebelahnya itu.

"Yep. Menurut yang kudengar, OSIS tidak hanya berasal dari tingkat dua dan tiga saja, tapi juga tingkat satu. Khusus yang tingkat satu, dipilihnya lewat tes masuknya, seberapa cerdasnya, seberapa bertanggung jawabnya..." jelas gadis itu.

"Kalian harus maju ke depan, ingat... Ketua OSIS tahun ini, jatuh pada Kamui Shirou dari Tingkat 3. Bersamaan dengan wakil ketua OSIS-nya, Yuzuriha Nekoi dari Tingkat 2." Orang-orang itu sama sekali tidak dikenal Kobato, namun seiring dengan mereka maju ke depan dia mulai mengingat nama dan tampang mereka.

Anak-anak lain bertepuk tangan atas prestasi Shirou dan Nekoi untuk menjadi anggota OSIS. "Selanjutnya... Dua sekretaris OSIS kita, berasal dari Tingkat 1 keduanya, Kagami Sakihara dan Syaoran Li."

Biner kecoklatan Kobato menatap sosok pemuda yang menurutnya tampan, entah kenapa dia malah jadi tertarik dengannya walaupun tidak saling mengenal. Di sisi lain, dia juga menatap gadis yang dipanggil bersamanya. Gadis itu punya surai hitam keunguan yang panjang, dan sangat indah.

"Mereka sama-sama keren ya... Yang satu tampan, yang satunya lagi cantik." ujar Kobato, lagi-lagi pada gadis di sebelahnya itu. Ngomong-ngomong, dia punya surai berwarna pirang kekuningan.

"Begitukah? Iya juga sih, haha."

"Dua bendahara OSIS kita, Fuuma Monou dari Tingkat 3 dan Suu Shirakawa dari Tingkat 1." Siapa mereka Kobato juga tidak tahu, tapi dia terkejut ketika nama Suu Shirakawa disandang oleh gadis yang duduk di sebelahnya, alias kenalan pertamanya di CLAMP School.

Suu tersenyum kecil, melambaikan tangan ke arah Kobato karena ia akan maju ke depan. Kobato tersenyum senang sekaligus menepuk tangannya untuk Suu. "Dan untuk para seksi OSIS tahun ini..."

***

Akhirnya tiba di kelas barunya, Kobato berada di kelas 1-D. Sayang sekali dia tidak satu kelas dengan Suu, tapi dia sekelas dengan duo sekretaris OSIS tahun ini. Dia duduk di dekat jendela, dan tengah melamun sambil menunggu wali kelasnya datang untuk jam homeroom pertamanya di sekolah.

Pintu kelasnya kemudian terbuka--lebih tepatnya digeser oleh wali kelasnya untuk masuk. Seorang wanita bersurai pirang pendek, agak bergelombang, lebih mirip menggumpal bagai awan sih. Dan dia memakai pakaian yang agak... seksi.

"Namaku Karen Kasumi," Karen-sensei kemudian menulis kanji namanya di papan tulis yang masih sangat bersih adanya itu. "Aku guru homeroom kalian, aku harap kita bisa bekerjasama dengan baik untuk tahun ini dan meraih penghargaan kelas terbaik tahun ini. Percayalah, kita pasti bisa."

Kobato awalnya tidak menyangka bahwa Karen-sensei adalah orang yang bijak, meski dia pikir Karen-sensei akan melakukan sesuatu yang menurutnya tidak senonoh... Tapi memang Kobato salah tanggap sih. Hanya saja dia kaget ketika... ia menyadari bahwa Karen-sensei tidak pakai baju dengan benar, melainkan sepasang lingerie berenda yang ditutupi oleh jas warna coklat.

Dia melirik sekitar, dan melihat beberapa cowok sudah nosebleed duluan karena melihat Karen-sensei yang sangat terekspos badannya.

"Oh, jangan kaget kalau misalnya aku hanya pakai lingerie saja, karena aku bekerja di suatu tempat lain. Dan kalian belum boleh tahu itu. Tadi juga aku tidak datang saat upacara sih, hahahaha." tuturnya santai, membuat semua murid cengo mendengarnya.

...

...

"Ah! Hampir lupa, kita kenalan dulu. Teknisnya begini, kita mulai dari cewek loli di dekat pintu sana, lalu sampai ke belakang. Setiap kali berkenalan, berdirilah dan sebutkan namamu, pindahan dari sekolah mana, dan kenapa masuk sekolah ini. Nanti kalian boleh bertanya dan aku berikan waktu tiga menit. Ayo!" Karen-sensei menunjuk Kagami Sakihara yang dijuluki cewek loli.

Kagami berdiri tegak, lalu mulai berbicara. "Namaku Kagami Sakihara, pindahan dari Monako. Dan aku datang kesini karena ada satu hal yang sayangnya tak bisa aku beritahukan pada kalian."

Misterius sekali memang, tapi tidak ada satu pun yang bisa protes. Seseorang dari kelas ini kemudian mengangkat tangan, mungkin utnuk bertanya. "Sakihara, kau pergi dari Jepang ke Monako kapan?"

"Erm... Sejak kelas 6 SD kalau tidak salah, aku sudah agak lupa-lupa."

Sudah lewat 5 tahun langsung lupa? Yah, memang ada kemungkinan juga sih sudah lupa, karena pasti Kagami sudah tinggal cukup lama dan sangat beradaptasi di Monako sana.

Maka semuanya terus berkenalan, ada yang bertanya dan berlanjut hingga tiba giliran untuk Kobato yang mengenalkan diri. Dia berdiri dengan riang, memang sepertinya dia punya kemampuan yang baik sebagai seorang public speaker nantinya. "Namaku Kobato Hanato, sebelumnya aku tinggal di Inggris. Salam kenal!"

"Kenapa kau pindah? Kurasa Inggris punya kehidupan yang lebih baik?" tanya salah satu dari murid lagi, tentunya mengangkat tangan terlebih dahulu.

Kobato menoleh kepada murid tersebut. "Orang yang mengasuhku di Inggris bilang, waktuku di Inggris sudah selesai. Jadi aku diminta kembali ke Jepang untuk meneruskan hidup. Begitu katanya."

Dan setidaknya, waktu perkenalan ini berlalu sampai bel pulang berbunyi. Karena hari pertama, Kobato dan murid lainnya bisa pulang cepat. Namun sebelum pulang, Karen-sensei sempat berbicara lagi. "Untuk OSIS, kalian diminta pergi ke ruangnya. Dan besok pemilihan ketua kelas, ok? Sakihara-chan, tolong beri salam."

"Bersiap," seru Kagami agar terdengar satu kelas. "Beri salam!"

"Terima kasih, Sensei!"

Disusunnya buku tulis kecil dan pencil case warna oranye yang memiliki gantungan kelinci yang sangat imut adanya. Ioryogi kemudian muncul setelah bersembunyi di tas Kobato yang sempit itu. "Geh, aku hampir mati kehilangan nafas."

"Ioryogi-san!"

Semua orang yang masih ada di kelas menoleh Kobato. "Err.. Tenang saja! Aku hanya berbicara sendiri kok."

Tepat saat Kobato ingin cepat-cepat pergi, seorang pemuda kemudian memanggilnya. "Hanato-san?" Langsung saja gadis bersurai coklat kemerahan itu menoleh kepada sumber suara pemanggilnya, yang tidak lain adalah salah satu dari duo sekretaris OSIS.

"Eh? Ya, apa? Kurasa harusnya kau segera ke ruang OSIS?" tutur Kobato heran.

"Tidak, hanya ingin bilang saja," Pemuda itu mengulas senyum hangat. "Kalau butuh bantuan, minta tolong padaku saja atau yang lain, ok? Ah ya, namaku Syaoran Li."

Kobato sedikit terkejut, lalu tersipu malu. Sepertinya ada suatu ketertarikan Kobato kepada Syaoran. "Ya, dan aku sudah tahu namamu kok, Li-san."

Syaoran pun bergegas pergi. "Aku harus pergi, mata ashita, Hanato-san." 

Langsung saja, Kobato menjerit senang karena ia bisa disapa oleh seorang tampan yang membuatnya jadi kepikiran. Merasa membuang waktu, dia cepat-cepat keluar dari kelas karena ingin segera pulang. Namun dia tak sadar, ada sesosok perempuan yang telah melihatnya dari kelas 1-C.

"Jadi... Dia ya?"

To be Continued.


========================================================================
Mystical Notes!
========================================================================
Tetep aja susah buat komedi kalo ga sering buat komedi ||D Tapi yang penting, sudah ada sedikit unsurnya dalam story 1 ini. Dibuat pagi-pagi karena besok sudah UTShit, dan nanti rencananya mau pergi. Apa kalian suka dengan versi remake CS? I need some review from you all please, kalau berkenan misalnya. 

Ada yang bisa tebak siapa orang yang memerhatikan Kobato dari kejauhan? //minghide

Dan soal Karen yang suka pake lingerie seksi itu, memang ngadaptasi dari X aslinya :3 Biar terasa kesan CLAMPnya gitu lah, menambah unsur komedi di CSR~ Ingin tahu seperti apa pembagian kelas di tingkat 1 di CLAMP School, ataupun peta garis besar CLAMP School? Tunggu informasinya datang! >w<

Sekian, jaa ne -w-b Sampai berjumpa lagi di story 2. 

(note : preview storynya itu... kadang suka tiga atau empat kalimat)

========================================================================
Next story on CLAMP School Remake...
========================================================================

"Kenapa kau dekat-dekat dengan Syaoran-kun? Menjauhlah, karena dia milikku!"

"Kau jangan khawatir soal dia. Minta bantuanku saja."

"Sakihara-san, kenapa kau begitu baik?
Padahal 'kan kita baru kenal?"

"Tentu saja. 
Karena itu tugasku."

~ story 2. The First Trouble Ever ~

0 komentar:

Posting Komentar